Suatu ketika keresahan saya ternyata bisa tersalurkan.
Sayang, cuma obrolan via chat, sumpah ga puas, tapi ini membuktikan saya bukan
orang "sinting" yang sok pusing mikirin alasan uzur seseorang...
Yaahh, meskipun ujung-ujung nya saya ngaku juga, saya
mungkin tetap sinting...sampai suatu ketika saya dapat tausiyah dari Murabi
saya tercintah. Aaahh....ternyata saya ga se-sinting ituu...
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (QS Al Hajj :78 )
Kata "jahada" dalam ayat tersebut, boleh di arti
kan sebagai "Ber sungguh-sungguh" atau bisa juga "ber perang di
jalan Allah"
Jihad, menuntut ilmu...
Jihad, mencari nafkah..
Jihad, melahir kan..
Tambahkan subjek nya, "Orang -orang beriman" dan
objek nya " di jalan Allah "
kalo menuntut ilmu nya ilmu santet, itu bukan jihad...
kalo mencari nafkah nya korupsi, juga bukan jihad..
kalo melahirkan anak hasil zina dan ibu nya PSK, kayak nya
juga bukan jihad...
Bahasan nya saya per sempit lah yaa...soale saya belon sampe
ilmu nya. Balik ke masalah dugaan saya kalo saya udah sinting tadi.
Pasti inget kan, kisah nya Kaab bin Malik..??? Yang jujur
bilang ga punya uzur ketika absen ikutan perang Tabuk yang fenomenal itu....
Beliau jujur emang sedang lalai..mantap...
walau pun hasil nya di iqof oleh Rasulullah saw dan para
shahabat.
“Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah melainkan kepada-Nya saja. Kemudian, Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.” (At-Taubah:118)
Allah Yang Maha penyayang, memboleh kan uzur untuk tidak
berperang karena sudah tua, tidak ada kendaraan, sakit....
Lalu, tengok uzur kita...
Sakit....??
Bagai mana pejuang-pejuang Palestina yang tetap hadir dalam
halaqoh walau dalam keadaan di tandu....
Anak...???
Saya kok ingat perkataan alm ustdazah Yoyoh yang anak nya 13
orang ??? bagaimana kalau anak beliau sakit bergiliran tiap pekan...??? Kasihan
kalau anak kita di jadikan alasan kita untuk menghindar dari amanah...
Suami...mertua....orang tua...tetangga hajatan....keponakan yang kawinan....
Baik...
Saya angkat tangan...
Lalu, Murabi saya tercinta bercerita sebuah kisah nyata, ada
seorang ikhwan yang lumayan usia nya, berjalan setiap pekan, dari rawa lumbu-
jati sampurna bolak-balik untuk berangkat menghadiri halaqoh nya. Sampai rumah
sekitar jam 2-3 dini hari....!!!!!
Helooo..kita udah ga hidup di zaman purba...tapi ternyata
masih ada di sekeliling kita yang nge-lakonin kisah mengharu kan semacam itu
dan kita engga tau...
Beliau melakukan kan nya untuk hemat ongkos, juga menjaga
iffah nya dari belas kasihan saudara satu halaqoh nya...
Terus kita gimana...???
Motor ada...mobil adaa....cuma tinggal mau nya...
Iya.., cuma tinggal mau nya....
Padahal..kita bisa memilih seperti si bapak yang sangat
mulia itu...
Atau seperti Abu Dzar al Ghifari, yang memilih untuk tetap
ikut perang Tabuk, menyusul Rasulullah saw dengan berjalan kaki karena tidak
memiliki kendaraan....
Kita punya PILIHAN....dan Pilihan kita ada lah pembuktian kualitas diri kita di
dalam....
"Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat daripada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS An Nisa 95-96 )
Semoga Allah azza wa Jalla senantiasa menjadi kan kita
orang-orang yang istiqomah...
0 komentar :
Posting Komentar