Don't miss

Senin, 28 Maret 2016

Jangan Gampang Ngambek


By on Maret 28, 2016

Jadi Ikhwah... 
Jangan Gampang Ngambek!


Bu, hari ahad ta'lim kita libur dulu..??

Kenapa..???

Ada acara temu kader dengan akhwat binaan yang baru mulai ngaji..

Oooh, kok saya ga tau..???

^^^

Bu kegiatan buat menyambut ramadhan sudah tinggal di laksanakan...

Masa sih..???

Iya, mulai pekan ini kita mulai siap-siap, cari dana, juga sudah mulai bikin laporan rencana kegiatan untuk masing-masing PJ...

Oohh...

Ibu juga, jadi PJ untuk kegiatan bazaar...

Lho, siapa yang nyuruh..??

Ya ketua lah bu,...

Kapan ???

Waktu ahad kemaren, kan pengurus semua sudah rapat...

Kok saya gak tahu..???

^^^

Sahabat..

Dalam Sirah Nabawiyah, bab Fathu Makkah, di kisahkan karena rencana Rasulullah saw kali ini sifat nya rahasia, mission impossible lah kira-kira istilahnya. Sampai-sampai, Abu Bakar as shidiq ra saja tidak di beritahu secara khusus oleh Rasulullah saw.

Lupakah Rasulullah..???
Ataukah Rasulullah tidak tsiqoh kepada Abu Bakar..???

Peristiwa yang di awali dengan pelanggaran perjanjian Hudaibiyyah yang di lakukan Bani Bakar dan suku kafir Quraisy, atas suku Khuzaah yang bergabung dengan Rasulullah saw dan para shahabat muslim.

Setelah usaha Bani Bakar dan sekutunya dengan mengutus Abu sufyan untuk menemui Rasulullah dengan niat melakukan pembaharuan perjanjian, berbuah kegagalan. Maka Rasulullah memiliki rencana untuk melakukan "kunjungan" ke Makkah, kampung halaman beliau , dengan membawa pasukan.

Tiga hari sebelum sampainya berita pelanggaran perjanjian kepada Rasulullah Saw, beliau telah memerintahkan Aisyah ra. untuk menyiapkan segala sesuatu untuknya. Tidak ada seorangpun yang tahu. Ketika Abu Bakar datang kepada beliau, dia heran, untuk apa persiapan tersebut. Bahkan Aisyah sendiri tidak mengetahuinya. Untuk tujuan tersebut, Rasulullah SAW mengirim pasukan yang dipimpin Abu Qatadah ke arah lain agar dikira Rasulullah SAW menuju ke sana.

Abu Bakar baru mengetahui akan terjadi nya penyerbuan kota Makkah, setelah begitu jelas berita itu tersebar dari mulut-mulut sahabat yang lain.

Sahabat,

Siapa yang meragukan bahwa kedudukan Abu Bakar as shidiq ra begitu istimewa bagi Rasulullah saw..???

Maka, sangatlah wajar bila Abu Bakar harus nya bisa tahu lebih dulu tentang rencana-rencana Rasulullah saw, sekali pun begitu rahasia-nya.

Adalah sesuatu yang tak terbantahkan, kalau gelar as shidiq yang di sematkan di belakang nama Abu Bakar ra bukan tanpa alasan.

Lalu,

Tersinggung kah sang mertua dengan perlakuan menantu yang sangat di cintai nya itu..????

Marahkah sang sahabat terkasih itu dengan kekasih yang "main rahasia" di belakang nya..???

Tidak...!!! Sekali-kali tidak...

Sejarah menjadi saksi bahwa Abu Bakar bukanlah "Rijal" bermental melankolis menghadapi kenyataan....

Ia adalah seorang pejuang tangguh yang tak ingin ketinggalan satu moment pun berjuang di samping "kekasih Nya" menegakkan kalimat Allah...

Tak ada kata sebel...

Tak ada kata bodo amat...

Tak ada...

Maka...

Bila Khalid bin Walid saja berkata, "Aku berperang untuk Allah, bukan demi Umar bin khattab.."

Maka, kalimat apa yang mencegah kita untuk ikutan "nimbrung" dalam setiap kesempatan yang datang untuk sebanyak-banyak meraih pahala... ???

Kata-kata apa yang mampu menghalangi kita dari partisipasi dalam ladang amal sholeh yang membuka jalan-jalan menuju syurga Illahi...

Sahabat..

Mungkin kita bukan siapa-siapa...Atau kita tak punya apa-apa..

Tapi Allah Yang Maha Sayang telah memberi kita segala nya...

Yang memungkinkan kita untuk ikut berjalan, dan berjuang bersama saudara-saudara kita mencari karunia Allah semata...


Teruslah berjuang..

Sri Suharni

Hanyalah seorang Emak alias Ibu yang masih memiliki kesempatan di dunia fana ini untuk bisa terus meneruskan tradisi dalam kebaikan meski via sederetan tulisan yang ringan ini

0 komentar :

Posting Komentar