Don't miss

Sabtu, 26 Maret 2016

Dusta


By on Maret 26, 2016

In shaa Allah, tidak ada niat di hati saya untuk membuka aib orang yang sudah tiada. Tapi, saya pribadi berharap agar saya dapat mengambil hikmah besar...

Bahwa kita, akan mendapat BALASAN dari apa yg telah kita perbuat selama kita hidup. Jangan bangga karena pandai berdusta. Apalagi sumpah palsu agar orang lain percaya.

Kisah ini terjadi entah 3-4thn yang lalu. Yang saya ingat, saat itu sudah masuk 10 malam terakhir ramadhan. 

Waktu lewat tengah malam, ketika saya sedang shalat sambil menahan kantuk.(pliss ...jangan di tiru).

Telepon berdering, membuyar kan bacaan sholat saya. Teruss...sampe salam, baru saya angkat. 

Weew..dari rekan sesama pemandi jenazah. 

"Bu sri...ada yg meninggal dunia..."

Saya setengah senyum, pahiitt...."Teruusss...???"

Terdengar suara ringn tertawa. "Yaa...ayoo kita kesana ??"

Saya menelan ludah, "Maaf bu..ini tengah malam. Teman-teman ada yg dtg ga ?"

"Ya ga ada yg bersedia bu...saya kan kasih tau saja."

Saya sedikit lega, "Bada subuh aja bu...nanti kita kan mau siap-siapin makan sahur...lagian...ini 10 malam terakhir..sapa tau lailatul qadr..." ‪#‎ngeles_tampol‬ bu sri.

Akhirnya di sepakati dgn segala pertimbangan, kami kumpul jam 5 pagi saja. Alhamdulillah...mata jadi segerrr...

Jam 04.45 saya sudah stand by..ada bu ketua. Sambil menunggu rekan yg lain saya siap2. 

Memotong kain kafan, menata nya, menyiapkan tali...

Setelah kumpul kamipun bersiap.... eng ing eng....‪#‎ehh‬, bismillah...

Semua berjalan lancar, sampai ketika saya dan bu ketua yang membersih kan dubur, bersih.. tak ada kotoran.Alhamdulillah...lalu ketika membalik kan tubuh mayyit, sesuatu keluar dari mulut jenazah. Saya segera membersihkan dengan air..tapi tak kunjung selesai. Dgn tenang saya terus memijat hidung. Saya pikir sdh bersih. Saya telentang kan kembali. Tapi bau yg menyengat menyeruak tak terbendung. Beberapa kerabat mulai terlihat penasaran. Astaghfirullah...saya dan bu ketua kaget tak terhingga. Kotoran nya tidak keluar melalui dubur ...!!!! Tapi melalui mulut. 

Sesama petugas langsung mengangguk kan kepala. Tenang...sambil membuat barikade di balik hijab, mencegah ada yg tidak berkepentingan masuk. Saya tinggal bersama bu ketua. Saya pijat lembut area perut jenazah sambil memiringkan nya. 

Allahu Rabbi...kotoran nya terus keluar melalui mulut, bahkan hidung nya...aroma nya sedaaap tak terkira. Sekilas saya lihat rekan saya yg lain terkesima...komat-kamit berzikir...

Saya sendiri tak bisa bersuara, lidah saya kelu... hati saya hanya mampu berkata, Allah...Allah...

Cukup lama kami membersihkan. Sampe berulang tubuh pucat itu di bolak-balik.

Seorang ibu separuh baya memaksa masuk. Bu ketua bertanya tegas, ibu siapa ???

"Saya ibu nya buu.. baru sampai pagi ini..." kami pun memberi izin.

Ma shaa Allah...jenazah istimewa ini bersih setelah hampir 3 jam kami memandikan nya. Di rumah nya mulai ramai krn tetangga dan keluarga besar sudah berkumpul. Setelah beres saya pulang....tidurrr...

Tak memikir kan kejadian tadi, juga si kecil di rumah yg saya titipkan di jaga kakak nya.

Lewat 2 hari, saya di sapa org di pasar. "Mama fira yg mandi kan jenasah fulanah ya.."

Saya ketawa, " iya...Alhamdulillah..."

Si ibu ini menarik tangan saya, lalu mulai bercerita...

Sampai bada lebaran, dalam acara keliling berdagang, satu persatu misteri itu terkuak dengan sendiri nya. Aib wanita itu terbuka dengan gamblang tanpa saya mencari tahu....

Ada yg tertipu barang dagangan...

Tertipu joinan bisnis..

Tertipu jutaan rupiah...

Alasan nya banyak...

Dia pandai berbicara tentang keuntungan besar...

Pintar meyakin kan..

Dan membuat saya ternganga adalah...

Dia pernah berkata kalau ibu nya sudah meninggal dunia...!!!! Ketika di tagih hutang. 

Dan sebagai nya....

Innalillahi...

Ya Allah...

Lindungi lah aku dari kejahatan lisan....

Jauh kan dari ku segala keinginan untuk berdusta dan bersumpah tanpa kebenaran....

Selamat kan aku dari azab dunia dan akhirat....

Tutuplah aib ku di hadapan manusia...

Jadi kan ujung usia ku adalah sebaik-baik keimanan...


***saya terbuka dengan segala kritikan termasuk usulan agar status ini di hapuskan bila mengandung ke mudharatan....

Saya serius....

Sri Suharni

Hanyalah seorang Emak alias Ibu yang masih memiliki kesempatan di dunia fana ini untuk bisa terus meneruskan tradisi dalam kebaikan meski via sederetan tulisan yang ringan ini

0 komentar :

Posting Komentar