Berpagi Dengan NasihatNya
Matahari belumlah menggeliat dari peraduannya
Dan lelapku tak cukup mengusir lelah
Melewati senja dan menapak malam dengan gelisah
Ada gumpalan kecewa di sana
Menolak amanah lantas tersia
Dering telepon menyapa
Sebuah berita kematian menampar nestapa
Aku termenung sesaat saja
Sebelum akhirnya ku sambut dengan menyebut asmaNYA
Rabbi
Aku berpagi dengan nasihatMu
Hidup akan ada akhir
Pasti akan berakhir
Untuk apa aku memelihara lara di hatiku
Menggenggam kecewa melumat sanubariku
Biarkan amarah itu
Lepas kan jiwa yang tak ingin berdamai dengan rasamu
Dan tubuh renta itu kembali menyadarkanku
Siapa sebenarnya aku
Aku
Berasal dari tetes air hina
Yang dengan kasih sayangNya di jadikan sempurna
Aku akan kembali
Menjadi bangkai yang keluargaku pun tak sudi menemaniku
Dan kini
Aku berada di antara keduanya
Sambil membawa kotoran dan aib dalam tubuhku
Aku berpagi dengan nasihatMU
Semoga akan selalu seperti itu
Mak's
10 Maret 2016
*ilustrasi foto search at google :)

terharu bue, puisinya makjleb
BalasHapus